Pembunuhan Massal di temanggung dan perjuangan di kali progo

Posted by Fery dwi h 0 komentar

Monumen Bambang Sugeng Obyek wisata ini bernuasa sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada waktu perang Kemerdekaan. Tempatnya berada di sebelah bukit kecil di sebeleh timur terminal bus kota Temanggung,Jawa Tengah.

Dikomplek monumen peringatan perjuangan Mayjen (Purn) Bambang Sugeng (alm) ini, MONUMEN BAMBANG SUGENG terdapat batu prasasti yang ditulis bala tentara Jepang yang ditawan pasukan Bambang Sugeng di Temanggung.



Tulisan dengan huruf Kanji itu berbunyi "Wampo Daiwa Daigetzu" yang artinya "Seloeroeh Doenia Sekeloearga" juga dipahatkan pada batu yang sama.

Makam dari pahlawan Mayjend TNI Bambang Sugeng ini terletak di dalam komplek Monumen Pembunuhan Massal Pejuang RI. Monumen itu di bangun oleh pemerintah daerah kabupaten Temanggung sebagai peringatan kepada rakyat, baik sipil atau non sipil yang di bantai oleh penjajah Belanda pada saat Agresi Militer II pada tahun 1949. Sekitar 1200an rakyat di bunuh secara massal dengan cara diikat tangannya, ditutup matanya, dan disuruh berjejer menghadap ke sungai Progo, lantas di tembak oleh tentara Belanda (yang menurut juru kunci Monumen Bapak Suyadi, sebagian dari mereka adalah orang Indonesia sendiri tapi dari luar pulau, dan kebanyakan dari Maluku)


Di jembatan Kali Progo inilah ribuan rakyat di bantai dengan keji oleh Belanda dan disamping jembatan ini, di bangunlah Monumen Pembunuhan Massal Pejuang RI Kali Progo, untuk mengenang penderitaan ribuan rakyat dari kekejian penjajah.

Adapun tentang pahlawan Mayjen TNI Bambang Sugeng, beliau bersama bapak Sumono seorang TNI juga adalah orang yang mengibarkan bendera Merah Putih di saat detik detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 1045 di alun alun Temanggung, yang saat ini merupakan pusat pemerintahan wilayah Temanggung.

Mayjen Bambang sugeng, lahir di Tegal Rejo Magelang, 31 Oktober 191, dan wafat 22 Juni 1977 di Jakarta, dan di makamkan di Temanggung, dengan menyandang gelar Mayjen Purnawirawan TNI Angkatan Darat

Adapun karier kemiliteran beliau di mulai saat beliau menjadi Tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada tahun 1942, lalu begabung dengan Daidang II yang bermarkas di Magelang.

Pada tahun 1945 beliau pulang ke Temanggung, dan membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), setelah itu berpindah pindah tempat ke Wonosobo, Purwokerto dan berbagai daerah lain.

Mayjen Bambang Sugeng pernah menjabat sebagai Kasad dan duta besar Vatikan. Pada saat beliau menjabat ini, bapakPresidan Soekarno mendapatkan Bintang Vatikan, pengaunugerahan tertinggi dari Sri Paus.

Pernah juga menjabat sebagai duta besar di Jepang dan Brazillia antara tahun 1963 - 1965.

Banyak sudah bintang saja di berikan pemerintah RI untuk perjuangan dan dedikasi beliau pada negara, diantaranya

Bintang Dharma

Bintang Kartika Eka Paksi Kelas I

Bintang Gerilya

Bintang Sewindu

Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II

Satya Lencana GOM I dan IV

Satya Kesetiaan XVI, dan

Satya Penegak

lihat juga Monumen Meteorit – Wisata Pendidikan Yang Unik di Temanggung


Kabarnya candi ini lebih besar dari borobudur lho Misteri Situs Liyangan - Temanggung

sumber : http://wisata.kompasiana.com

Keranjang Tembakau Temanggung Harga Paling Murah

Artikel Terkait
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pembunuhan Massal di temanggung dan perjuangan di kali progo
Ditulis oleh Fery dwi h
Tolong di share ke teman-teman ya,, artikel rating 5 dari 5.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://tani-temanggung.blogspot.com/2014/06/pembunuhan-massal-di-temanggung-dan.html. Terima kasih sudah singgah dan membaca artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment

Template by Cara Membuat Email | Copyright of DINAMIKA HIDUP.